Tampilkan postingan dengan label ABU ZAKARIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ABU ZAKARIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2022

KISAH SYAIKH ABU ZAKARIA


SYAIKH ABU ZAKARIA 

`Nama lengkapnya adalah Zainuddin Abu Yahya Zakaria bin Muhammad bin Ahmad bin Zakaria al-Anshari al-Khazraji as-Sunaiki al-Qahiri al-Azhari asy-Syafi’i, atau yang kerap disapa dengan panggilan Syekh Zakaria al-Anshari.

Tak ada kepastian tahun kelahirannya, namun Imam As-Suyuthi, ulama yang hidup semasa dengannya dan juga teman seperjuangannya, memprediksi tahun kelahiran Syekh Zakaria al-Anshari adalah 824 H, di Sunaikah, desa kecil yang terletak antara kota Bilbis dan al-Abbasiyah, timur kota Mesir.

Sejak kecil Zakaria telah ditinggal wafat ayahnya. Ia merupakan putra satu-satunya pasangan suami-istri yang berpisah oleh kematian. Hanya berdua dengan ibunya, Zakaria kecil menjalani kehidupan yang cukup berat, ia harus rela berpisah dengan ayah semata wayangnya.

Syekh Zakaria: Semangat dalam Menuntut Ilmu Namun, dalam keadaan seperti itu tidak menjadikan Zakaria kecil putus asa untuk mendalami ilmu. Bahkan, semasa tinggal di Desa Sunaikah, Zakaria kecil selalu bersemangat untuk bisa membaca Al-Qur’an, dan ia mulai mempelajari kitab ‘Umdah al-Ahkam dan Mukhtashar at-Tabrizi. Tidak hanya sekedar membaca, Zakaria kecil berusaha mamahami dan menghafalnya. Syekh al-Ghuzzi menceritakan dari Syaikh Shalih as-Sulami bahwa suatu ketika Syaikh Shalih berkunjung ke Desa Sunaikah, kampung halaman Syekh Zakaria, dan mendapati seorang perempuan yang meminta pekerjaan kepadanya, hal itu demi memenuhi kebutuhan keluarganya dan ingin mewujudkan cita-cita anaknya yang mulia. Namun ternyata, wanita itu tak lain adalah ibunda Syekh Zakaria al-Anshari. Setelah Syekh Shalih mengetahui bahwa ia ibunda dari Zakaria, akhirnya ia mengatakan pada ibunda yang terlihat sudah sangat tua itu, “Jika Ibu setuju, akan saya bawa Zakaria ke Al-Azhar untuk membantu pekerjaan dan sekaligus belajar di sana. Saya akan menanggung kehidupannya.”


istihsan dan kedudukannya sebagai dalil

  BAB I PENDAHULUAN   Setelah abad ketiga/kesembilan, para ahli ushul fiqh mazhab Hanafi mengambil langkah-langkah yang memutus citra ...