Nabi Sulaiman dianugerahi istana dan kerajaan
yang besar oleh Allah SWT. Pasukannya begitu kuat yang terdiri dari manusia,
jin, dan hewan. Burung hud hud menjadi salah satu yang ditugaskan untuk mencari
informasi dari daerah lawan.
Suatu hari, burung hud hud sedang terbang melintasi
negeri Saba’. Ia melihat ada kerajaan dengan istana megah di dalamnya. Kerajaan
itu dipimpin oleh ratu cantik yang bernama Balqis.
Namun ada yang aneh dari kerajaan ini. Bukannya
menyembah Allah, mereka justru beramai-ramai menyembah matahari. Melihat
keanehan ini, burung hud hud pun berniat memberikan informasinya kepada Nabi
Sulaiman.
Burung hud hud kembali ke kerajaan dan bergegas
menyampaikan pesan tersebut kepada tuannya. Nabi Sulaiman tersenyum dan berkata,
“Kita lihat saja, apakah kamu benar atau kamu termasuk orang-orang yang
berdusta”.
Kemudian Nabi Sulaiman menuliskan surat kepada
Ratu Balqis. Ia mengajak Ratu Balqis beserta seluruh rakyatnya untuk
meninggalkan sembahan matahari dan beralih menyembah Allah SWT.
Surat tersebut dibawa burung hud hud dan disampaikan
kepada Ratu Balqis. Setelah surat diterima, burung hud hud pun menetap
sebentar. Ia berniat menguping pembicaraan serius antara Ratu Balqis dengan
para menterinya.
"Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan
dan juga memiliki keberanian dalam berperang. Keputusan berada di tanganmu.
Pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan!" kata
seorang menteri kepada Ratu Balqis.
Ratu Balqis tidak sepakat dengan ajakan perang yang
diusulkan menterinya itu. Ia merasa bahwa Sulaiman bukanlah orang biasa,
melainkan orang terpandang. Sebab, surat yang ia tulis menggunakan bahasa yang
begitu sopan dan luhur.
Dalam buku Satwa dan Puspa dalam Alquran karya
Dewi Rieka, disebutkan bahwa akhirnya Ratu Balqis mengirim utusannya untuk
memberikan hadiah kepada Sulaiman. Ia ingin mengetahui bagaimana reaksi
Sulaiman menerima hadiah yang diberikannya.
Mendengar hal tersebut, burung hud hud pun berbegas
kembali ke istana Sulaiman. Ia menyampaikan semua informasi yang ia dengar
kepada tuannya.
Pasukan Ratu Balqis disambut dengan hangat. Mereka
amat terkejut melihat istana yang begitu megah dan mewah, dengan pasukan gagah
dari golongan manusia, jin, dan hewan. Sang utusan pun menjadi gentar
dibuatnya.
Dengan halus, Sulaiman menolak hadiah sang utusan dan
ia berkata, "Apakah kamu patut menolong aku dengan harta? Allah telah
memberiku lebih dari apa yang Dia berikan kepadamu."
Akhirmya, pulanglah sang utusan membawa kembali
hadiah-hadiah itu. Burung Hud hud kembali ke negeri Saba' untuk mencari
informasi baru. la mendengarkan percakapan antara Ratu Balqis dan para
menterinya.
Sang Ratu takjub dan ingin menemui Sulaiman. Mendengar
itu, burung hud hud pun kembali ke kerajaannya. la melaporkan akan kedatangan
Ratu Balqis ke kerajaan Sulaiman.
Apa yang paling disukai rakyat negeri Saba' wahal Hud
hud?" tanya Sulaiman kepada hud hud.
"Mereka paling bangga akan singgasana ratu yang
megah, Tuanku." jawab burung hud hud.
Sulaiman pun memerintahkan anak buahnya untuk
mengambil singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba'. Kemudian, singgasana itu
diubahnya sedikit.
Setibanya Ratu Balqis di kerajaan Sulaiman, alangkah
terkejutnya dia melihat singgasananya telah berada di depannya. Ratu Balqis pun
takjub dengan singgasananya yang telah berpindah sejauh ribuan kilometer ke
kerajaan Sulaiman.
Dia dan kaumnya pun bersujud dan menyembah Allah SWT.
Dalam peristiwa ini, burung Hud hud telah berjasa besar membantu Nabi Sulaiman
untuk mengingatkan umatnya agar menyembah Allah SWT.
